Alasanmemilih Jurusan Kedokteran. Biasanya banyak yang tertarik untuk masuk ke jurusan kedokteran ini karena ada beberapa alasan yang menyertainya. Diantaranya yaitu : 1. Prospek Kerja yang Luas. Alasan yang pertama biasanya karena memiliki prospek kerja yang luas. Di Indonesia sendiri lulusan kedokteran masih sangat dibutuhkan sehingga juga kedokteranalasan essay jurusan memilih. I would have to go with something relatively minor that I was able to resolve quickly, not the actual worst things. Career development can prove to be a source of achieving such long term motivation of the employees. My students are always in need of ways to organize the ideas and events in a story. bacajuga: 4 Keuntungan Memililih Jurusan IT. 3. Meningkatkan Kepercayaan Diri Pasien. Profesi sebagai seorang dokter selalu berinteraksi baik dengan pasien dan senantiasa memberi semangat kepada pasiennya. Dengan seperti itu pasien dapat termotivasi untuk meningkatkan kepercayaan dirinya. 4. Teknologi Dan Riset. EssayAlasan Memilih Jurusan Kedokteran: 4078. 4.7/5. The various domains to be covered for my essay writing. If you are looking for reliable and dedicated writing service professionals to write for you, who will increase the value of the entire draft, then you are at the right place. The writers of PenMyPaper have got a vast knowledge about Entahbagaimana ceritanya, hati dan pikiran saya menyampaikan tujuh alasan mengapa saya harus bertahan. Tujuh alasan mengapa saya boleh tetap mencoba dan memegang kedokteran sebagai mimpi saya. Tujuh alasan yang mereka kemukakan pada saya yaitu: 1.) Karena saya mau jadi dokter, saya perlu ngotot dan berjuang meraih kursi di fakultas kedokteran Salahsatu jurusan kuliah yang banyak dijadikan idaman adalah jurusan kedokteran, yang setelah lulus tentunya akan menjadi seorang dokter. Dalam lingkungan perguruan tinggi jurusan ini dikenal sebagai jurusan pendidikan dokter dan dikenal masyarakat dengan istilah jurusan kedokteran.. Jika kamu termasuk orang yang memiliki cita-cita menjadi dokter, alangkah baiknya berkenalan lebih jauh dengan . Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Keberhasilan penyelenggaraan pelayanan kesehatan ditentukan dan diukur dengan angka kematian ibu dan kematian perinatal, sedangkan kesejahteraannya ditentukan oleh penerimaan gerakan keluarga berencana. Dalam hal ini, Bidan merupakan matarantai yang sangat penting karena kedudukannya sebagai ujung tombak dalam upaya meningkatkan sumber daya manusia melalui kemampuannya untuk melakukan pengawasan, pertolongan, dan pengawasan neonatus dan pada persalinan ibu post partum. Di samping itu, upaya untuk meningkatkan sumber daya manusia dapat dibebankan kepada bidan melalui keluarga berencana. Oleh karena itu, melalui tulisan singkat ini saya akan mencoba menjelaskan alasan saya memilih program studi D3 Kebidanan di Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya. Sejak kecil saya pernah ingin menjadi seorang bidan karena terinspirasi dari kakak sepupu saya yang sekarang dia sudah menjadi seorang bidan. Banyak sekali yang diceritakan dari sepupu saya semasa kuliah mulai dari hal-hal lucu saat praktik sampai sepupu saya stress karena tugas tapi justru saya tertarik dengan hal lucu tersebut dan punya keinginan yang sama. Tidak hanya itu, tetapi kerja keras dan kepintarannyalah yang membuat saya termotivasi untuk menjadi seorang bidan ditambah lagi saya sering diceritakan dengan ibu saya tentang perbedaan masa ibu saya waktu hamil saya dan adik-adik saya sampai persalinan dulu. Saya ikut merasakan bagaimana pengorbanan ibu saya dulu sehingga saya memiliki keinginan untuk menolong persalinan ibu. Apalagi saya juga suka dengan bayi. Semasa adik saya masih kecil, saya sering menjaga, menghibur, dan bermain bersama mereka. Singkat cerita, setelah saya lulus sekolah saya mempunyai keinginan daftar di jurusan kebidanan, dikarenakan ada suatu alasan tersendiri saya tidak melanjutkan masuk universitas negeri lalu saya kepikiran dengan kampus kakak sepupu saya dulu. Setelah itu saya mencoba mencari informasi melalui web dan instagram mengenai kampus ini. Kebetulan kampus ini juga dekat dengan rumah saya dan saya mencari tahu tentang fasilitas di sana juga bagus dan terakreditasi “A” jadi, saya sangat tertarik untuk daftar. Setelah saya rundingkan dengan orang tua saya, Alhamdulillah saya didukung oleh orang tua saya dan saya bisa mendaftar di sana melalui jalur prestasi. Alasan saya mengambil Diploma 3 karena di jenjang ini lebih banyak praktik sehingga saya bisa lebih banyak tahu secara langsung. Selain itu lulusan D3 juga sudah bisa kerja jadi, saya bisa mencari pengalaman kerja lebih luas sebelum lanjut jenjang S1. Setidaknya saya bisa belajar dari pengalaman kerja di PMB kakak sepupu saya. Pada intinya alasan saya masuk Fakultas Kebidanan di Universitas Nahdlatul Ulama ini adalah karena kemauan saya sendiri. Tujuan saya adalah saya bisa mencapai keinginan saya menjadi seorang bidan dan PNS supaya saya bisa membuktikan ke orang tua saya dan memotivasi adik-adik saya bahwa pendidikan itu sangat penting untuk menuntun kita ke masa depan yang kita harapkan. Saya berharap saya bisa menjalani studi ini dengan sebaik-baiknya dan bisa bertahan seberat apapun prosesnya serta bisa lulus tepat waktu. Saya juga berharap bisa menjadi seorang bidan yang profesional, menjunjung tinggi martabat dan citra profesi serta memberikan pelayanan yang bisa diterima oleh masyarakat. Semoga ilmu yang saya dapatkan di sini bisa bermanfaat untuk masyarakat yang membutuhkan pertolongan kesehatan di masa depan nanti sehingga impian saya membuat orang tua saya bangga dapat terwujud. Lihat Diary Selengkapnya 403 ERROR The Amazon CloudFront distribution is configured to block access from your country. We can't connect to the server for this app or website at this time. There might be too much traffic or a configuration error. Try again later, or contact the app or website owner. If you provide content to customers through CloudFront, you can find steps to troubleshoot and help prevent this error by reviewing the CloudFront documentation. Generated by cloudfront CloudFront Request ID 7Q-YlCfuffNiJ3DiD2BUvXGdzeuPr2N9AnN4CF1s8uvn4LsPmKUmQg== 0% found this document useful 0 votes114 views2 pagesDescriptionAlasan keperawatanCopyright© © All Rights ReservedAvailable FormatsDOCX, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?0% found this document useful 0 votes114 views2 pagesEssay Alasan Memilih JurusanJump to Page You are on page 1of 2 You're Reading a Free Preview Page 2 is not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime. 0% found this document useful 0 votes5K views3 pagesCopyright© Attribution Non-Commercial BY-NCAvailable FormatsDOC, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?0% found this document useful 0 votes5K views3 pagesAlasan Saya Menjadi DokterJump to Page You are on page 1of 3 Alasan Saya Menjadi Dokter mendengar kata ini kita pasti akan teringat dengan orang-orang berjas putih yang bekerja di rumah sakit. Mereka membantu menyembuhkan orang-orang sakit dengan kemampuan yang mereka miliki. Kita juga teringat akan pekerjaanmereka yang sangat mulia, betapa tidak toh pekerjaan mereka adalah membantumenyelamatkan jiwa manusia. Pekerjaan sebagai dokter tidaklah mudah. Butuh latar belakang atau alasan kuat bagi seseorang hingga akhirnya memilih untuk menjadidokter Tugas yang diemban oleh seorang dokter tentu sangat berat, tetapi apabila kitamenjalankannya dengan hati yang lapang dan penuh kesabaran pasti semuanya akanterasa ringan. Tugas seorang dokter dikatakan berat karena seorang dokter dalamkegiatan praktiknya akan berhubungan dengan raga manusia. Dalam hal ini yangdimaksudkan adalah jika seorang programmer bekerja mengutak-atik komputer makaseorang dokter bekerja mengutak-atik tubuh manusia. Pekerjaan ini jelas tidak mudahkarena berkaitan dengan nyawa manusia. Contohnya saja, jika sebuah komputer rusak hingga tidak dapat diperbaiki lagi, paling si programmer akan mengatakan,”Komputer ini sudah tidak bisa diperbaiki, beli saja yang baru.”Tidak ada tanggung jawab moralyang ditanggung oleh si programmer. Bandingkan dengan seorang dokter,mungkinkah seorang dokter mengatakan,” Maaf penyakit anda sudah parah lebih baik anda mati saja.”? Tentunya hal ini tidak mungkin jawab moralseorang dokter terhadap pasiennya sangat berat, apalagi jika pasiennnya tidak sembuhatau meninggal. Seorang dokter mau tidak mau dan dalam situasi apapun harus selalusiap melayani orang yang membutuhkannya. Tidak mungkin seorang dokter menolak pasien yang sedang dalam keaadan sekarat karena ia masih ngantuk, sibuk atauapapun itu karena sekali lagi pekerjaan seorang dokter berkaitan dengan dokter dianggap sebagai pekerjaan mulia, menjanjikan dari segimateri, disegani orang, dan dianggap sebagai pekerjaan yang dibutuhkan sepanjangmasa. Hal ini tidak sepenuhnya benar. Kita pasti jarang melihat dokter yang kaya rayaseperti konglomerat. Jadi, jika anda masuk ke FK karena ingin menjadi konglomerat, buang pikiran anda itu jauh-jauh atau tinggalkan FK. Karena seorang dokter menolong seorang pesakit bukan karena alasan materi tetapi karena alasan moral dan masuk ke dalam lingkungan kedokteran sendiri tidaklah hal yang harus dipersiapkan baik dari segi materil, fisik, maupun digit rupiah yang sudah orang tua kita keluarkan hanya agar kita terdaftar sebagai seorang mahasiswa FK? Pasti berkali-kali lipat dari fakultas lainnya. Dari segimorilpun kita harus siap. Mental kita harusalah kuat agar dapat bertahan dalamlingkup ini. Banyaknya dan beratnya materi yang harus dipelajari menjadi cobaantersendiri bagi mahasiswa FK. Kita haruslah mempunyai mental baja agar cobaan itu berubah menjadi tantangan yang mendorong kita untuk terus hidup segala saesuatunya pasti membutuhkan alasan. Begitu jugadengan pilihan saya untuk menjadi dokter belajar di FK Atmajaya. Saya berasal darikota Padang, Sumatera Barat. Dalam keluarga, saya adalah anak bungsu dari tiga bersaudara. Kedua kakak saya adalah laki-laki. Sebagai anak bungsu dan perempuansatu-satunya, saya sangat dimanja oleh kedua orang tua saya. Hal itu menyebabkansaya menjadi tidak mandiri dan tidak bisa lepas dari rumah. Saya menyadari hal itu,karena itu saya memutuskan untuk melanjutkan kuliah di luar kota kelahiran sayadengan harapan menumbuhkan kemandirian dan kedewasaan di dalam diri saya memilih untuk menjadi dokter walupun FK dipandang sebagai jurusan yang berat? Seperti yang saya katakan sebelumnya, saya memilih untuk kuliah di luar daerah asal saya karena saya ingin menumbuhkan kemandirian dankedewasaan dalam diri saya, jurusan kedokteran adalah jurusan yang tepat bagi sayauntuk membantu menumbuhkan kedua hal di atas karena di dalam jurusan ini kitadiajarkan untuk mampu berpikir kritis, mandiri, saling berkerja sama, bersosialisasi,dan berkomunikasi dengan orang juga dituntut untuk berpikiran terbuka dan bermental baja dalam menghadapi semua tantangan dalam jurusan ini. Hal itudidukung oleh kesukaan saya akan pelajaran biologi. Saya merasa jurusan kedokteranadalah jurusan yang tepat bagi saya untuk mengetahui lebih dalam tentang hal ini..Selain itu, saya menganggap pekerjaan sebagai dokter sangat keren’. Dokter adalah pekerjaan yang mulia dimana tugas mereka adalah membantu menyelamatkan jiwamanusia saya mengatakan membantu karena yang berkuasa atas jiwa manusia adalahyang Maha Kuasa. Dokter adalah pengabdian dan pelayanan sepanjang juga sering merasa tersentuh ketika melihat orang tak punya yangsedang sakit. Saya ingin selalu bisa menolong sesama sekurang-kurangnya dengan Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime. When I began to consider my career options following high school, I asked myself many questions. What is something I could do for the rest of my life? Did I want to make money or make a difference? Did I want to work with other people or alone? Did I want to do something where I dealt with products or people? As I asked myself these questions and considered my answers to them, I began to realize that I wanted to do something where I made a difference, where I worked with other people, and dealt with people. Then I considered what occupations might fit those parameters. It began to be obvious that the health care field is where I belonged. To that end, I pursued a degree in nursing and became a nurse. I enjoy being nurse. My job enables me to make a difference in people’s lives, to help them restore or achieve a meaningful quality of life. But it’s not just the patients I get to help. I also get to help the patients’ families, too. But it’s not just about taking care of patients in the sense of putting in IVs or otherwise providing them with care. It’s also about educating the patients and their families, which offers me the opportunity to help make a difference in their lives even after they’ve left my care. I didn’t think about that part of things when I first started nursing school, but it became clear as I went through nursing school that nursing is more than just assisting doctors and giving injections. It’s about educating patients and helping them become participants in their own care and treatment – helping them to possess’ or own’ their health and to become active agents in taking care of themselves. Health care professionals must be willing to help patients become responsible for their own health, especially since the professionals can’t be with the patients 24/7. I had the opportunity to work at a charitable clinic in Chicago, and I took the opportunity to expand my experiences as a nurse. Working in a charitable clinic opened my eyes in a very real way. I thought I could anticipate the experience; I knew that it would be very different from other environments in which I’d worked. But to meet people who didn’t routinely have access to proper health care was a real eye-opening experience. Because these people didn’t have regular access to health care, it became all the more important to educate these patients on how to take responsibility for their own health. Not only did I really come to appreciate the importance of patient education, I also began to appreciate the limitations of a nurse’s position. I can help patients but only so far – there is a point where the doctor takes over to truly guide the patient’s recovery or treatment plan. Between realizing the limitations of being a nurse and the eye-opening experience in Chicago, I felt inspired to go farther. I want to do more for my patients. I want to be able to go farther to help them. I want to be able to give them more guidance, more power, over their health and their treatment. I cannot do that as a nurse. However, as a doctor, I could. I would have more skills, more freedom, and more experience which would serve me in serving my patients. The longer I work as a nurse, the more I appreciate the opportunities afforded to me to help patients. But I also become more and more aware of the limitations of my position. I wish to expand my abilities to help patients. I wish to break free of the limitations which I now encounter. I want to do more to help people, to educate them, to make meaningful differences in their lives. I realize that the only way that I can accomplish these goals is to become a doctor. I recognize that it will be a lot of hard work and take a lot of time, but the end result will be worth it. In the end I will have the skills, abilities, and responsibilities that doctors have which will enable me to help my patients in more meaningful ways. I will be able to educate them better and provide them with more information in order to make better decisions regarding their own health. By being more empowered, I will be able to better empower my patients. Di era serba digital seperti sekarang, sebagian generasi muda memiliki cita-cita yang berubah dari dekade lalu. Ada yang ingin menjadi orang yang berkarir di bidang informatika, sebagian lain memilih profesi sebagai konten kreator. Namun, ada pula anak muda yang memiliki impian menjadi dokter sampai kapan pun. Bila Kamu memiliki potensi masuk jurusan Kedokteran, berikut alasan memilih menjadi dokter merupakan pilihan yang tepat. Berikut beberapa alasan memilih menjadi dokter yang bisa menjadi bahan referensi Kamu sebelum memasukkan formulir SNMPTN atau SBMPTN yaitu 1. Lulusan IPA yang potensial Kamu lulusan IPA yang tertarik mempelajari Biologi, Fisika dan Kimia sehingga bisa memilih karir di kedokteran. 2. Dokter dibutuhkan sepanjang masa Alasan ingin menjadi dokter sebab profesi ini selalu dibutuhkan sepanjang masa atau tidak terpengaruh dengan situasi atau kondisi tertentu. Meskipun di era digital pun, dokter bisa berkonsultasi dengan pasien lewat virtual dengan memberikan penanganan dan resep yang tepat. 3. Bisa memberikan manfaat pada orang lain Alasan ingin menjadi dokter sebab Kamu bisa memberikan manfaat pada orang lain lewat konsultasi dan penanganan kesehatan yang terbaik. 4. Prospek kerja yang sangat bagus Kamu bisa bekerja sebagai dokter di rumah sakit, klinik kesehatan, instansi pemerintah, dan lain-lain. 5. Gaji dokter lumayan besar Baru saja mengucap sumpah dokter dan berstatus ASN, Kamu mendapatkan gaji pokok minimal 2,8 juta rupiah atau golongan III B, belum termasuk tunjangan dan insentif kesehatan. Berdasarkan survei JDN Indonesia, dokter bisa mendapatkan gaji lebih dari 10 juta rupiah bila praktik di beberapa tempat. 6. Bisa melanjutkan pendidikan jadi dokter spesialis Kamu bisa melanjutkan pendidikan menjadi dokter spesialis dengan bayaran yang lebih tinggi, misalnya dokter spesialis bedah di Indonesia bisa memiliki gaji mulai 20-45 juta rupiah per bulan. Gaji belum termasuk tunjangan, penghasilan jasa profesi dan tambahan dari tempat praktik lain. 7. Bisa membuka praktik mandiri Kamu bisa membuka praktik mandiri sesuai dengan prosedur yang berlaku setelah menjadi dokter nanti. 8. Bisa memiliki profesi ganda Menjadi dokter sekaligus pembicara di acara seminar, workshop, pebisnis atau penulis pun, kenapa tidak? 9. Prestise yang sangat jelas Alasan ingin menjadi dokter sebab bisa meningkatkan status sosial di masyarakat. 10. Pekerjaan yang sangat mulia Tidak hanya ingin mendapatkan kemapanan finansial, menjadi dokter merupakan pekerjaan yang sangat mulia dan memiliki pahala besar di sisi Tuhan YME. Dari berbagai alasan memilih menjadi dokter di atas, mungkin Kamu tertarik mencoba peluang masuk jurusan Kedokteran yang ditopang prestasi akademik dan finansial yang bagus. Kamu yang berasal dari keluarga tidak mampu pun, bisa mencoba masuk jurusan Kedokteran dengan program beasiswa KIP Kuliah.

essay alasan memilih jurusan kedokteran