Limbahbarang bekas tersebut berhasil disulap menjadi kostum fashion bernilai seni tinggi. Sebagai bentuk kepudulian terhadap lingkungan dan masih dalam suasana memeriahkan Hari Ulang Tahun Ke-76 Republik Indonesia, Lapas Perempuan Semarang menyelenggarakan perlombaan fashion show berbahan dasar barang bekas, Senin (23/8). TANJUNGPINANG- Ketua Sanggar Seni Megat, Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Fiddaeli atau akrab disapa Bang Ipit menyulap limbah barang bekas menjadi kostum menarik untuk fashion show. Pria kelahiran Moro 2 Desember 1981 ini, selalu menampilkan baju-baju besar dengan tema-tema yang luar biasa setiap kegiatan fashion show di Tanjungpinang. Muhadhoroh(Puncak Tema) dengan tema Sampah mengajarkan ananda tentang sampah organik, anorganik, memanfaatkan sampah sebagai bahan daur ulang yang masih LombaFashion Show Anak persembahan dari Minyak Goreng Fortune. Dengan Tema Kostum Limbah barang bekas dari limbah kain minyak fortune. Meraih juara terkecil Terus ada kesempatan lomba membuat kostum karnaval dari barang bekas, tepatnya saat aku masih duduk di bangku SMA. Di situlah aku menemukan passion-ku di seni karnaval. Ide pembuatan kostum berasal dari banyak hal mulai dari lingkungan, kultur budaya, dan aktivitas manusia. Di antaranya Juara 1 Lomba Fashion Show Hari Kartini "Pesona Sementara puing-puing berjatuhan di Pyongyang atau di daerah sekitarnya setelah peluncuran yang gagal itu, kata media Korsel NK News mengutip sejumlah saksi. Bang Ipit Olah Limbah Barang Bekas Untuk Kostum Fashion Show. 2 Juli, 2022 9:52 AM 2 Juli, 2022 4:54 PM. Polres Kepulauan Anambas Amankan 37 Kg Kokain. . - Ketua Sanggar Seni Megat, Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Fiddaeli atau akrab disapa Bang Ipit saatt membuat kostum Foto Febryan Sanada TANJUNGPINANG – Ketua Sanggar Seni Megat, Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Fiddaeli atau akrab disapa Bang Ipit menyulap limbah barang bekas menjadi kostum menarik untuk fashion show. Pria kelahiran Moro 2 Desember 1981 ini, selalu menampilkan baju-baju besar dengan tema-tema yang luar biasa setiap kegiatan fashion show di Tanjungpinang. Ia selalu memilih tema lingkungan tempat tinggal sekitar, seperti mangrove, ikon wisata dan seafood paradise. Ipit mengatakan, segala tema yang diambil harus punya dasar yang kuat, tidak hanya sekedar cantik dan megah, tapi mempunyai makna yang jelas. “Baju-baju yang dibuat harus punya makna yang benar-benar jelas, jangan cuma cantik dan megah,” ungkap Bang Ipit di Tanjungpinang, Jumat01/07. Biasanya, ia membuat kostum menggunakan limbah barang bekas, seperti karung bawang, tutup galon, plastik bening, tali tambang, dan lainnya. Bang Ipit mengatakan, pernah membuat kostum bertema kostum mangrove dan ikon Kota Tanjungpinang. “Kami selalu membuat baju itu menggunakan barang bekas, barang-barang tersebut kami sulap menjadi kostum yang mewah,” ungkap Bang Ipit. Ia menuturkan, Sanggar Seni Megat sudah beberapa kali mewakili Kepri, sebagai kontingen Indonesia dalam kegiatan tahunan Kedutaan Besar Republik IndonesiaKBRI di Singapura. Bahkan kehebatan tangan Bang Ipit berhasil membawa nama Kepri di kancah internasional. Ia berharap, kedepannya bisa melakukan hal luar biasa untuk kota Tanjungpinang dan Provinsi Kepri. “Semoga nanti, kawan-kawan pegiat seni di Tanjungpinang masih bersemangat untuk menciptakan karyanya,” katanya. Baca juga Partispasi Indonesia pada Paris Fashion Week Momentum Kenalkan Merek Lokal Ipit menambahkan, sekarang dirinya lagi fokus membuat baju dengan tema “Keindahan Dasar Laut” untuk Miss Star Indonesia perwakilan Kepri yang akan berangkat tanggal 25 Juli nanti. ” Sekarang kegiatannya hanya fokus bikin baju Miss Star Indonesia,” pungkasnya. * - Kota Gunungsitoli dikenal sebagai salah satu wilayah di Kepulauan Nias yang masih kental dengan adat istiadat. Sebagian besar Gunungsitoli memiliki penduduk multi etnis. Tahun ini Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Gunungsitoli kembali menyelenggarakan Fashion Carnival yang diselenggarakan pada Minggu, 2 April 2023 dengan membuat konstum berbahan dasar barang bekas dan alami. Event ini antusias banyak komunitas. Mereka mendesain kostum sebaik mungkin, untuk mengejar hasil kejuaraan. Karnaval ini dilaksanakan dengan jalan iring-iringan mulai dari Lapangan Merdeka Kota Gunungsitoli, Hingga Taman Kota Gunungsitoli. Setiap peserta akan tampil bersama dengan komunitasnya dengan 5 orang JUGA Tren Jualan Baju Bekas Thrifting Impor Ilegal Disebut Bakal Rusak Keunikan Fashion Lokal Gunungsitoli Fashion Carnaval Z Creators/Junius ZayDesain dari kostum yang dibuat oleh peserta sangatlah dari kostum yang dibuat oleh peserta sangatlah menarik. Bahkan, untuk setiap satu kostum membutuhkan waktu berminggu-minggu untuk menyelesaikannya. "Saya membuat kostum kurang lebih 3 minggu dengan dibantu oleh teman-teman saya. Selama Proses pembuatan, banyak sekali kendala. Tapi akhirnya, kostum ini dapat selesai dan kami dapat tampil di event ini," ucap salah satu peserta Fashion Carnival kepada Z jalan beriring-iringan, banyak warga yang menyaksikan langsung Fashion Carnaval kota Gunungsitoli warga yang mengabadikan moment ini dengan mengabadikan foto bersama dengan para peserta karena dinilai keren dan pada saat pelaksanaan Fashion Carnival ini cuaca sempat tidak mendukung. Namun, hal itu tidak menjadikan para peserta untuk menampilkan yang Fashion Carnaval Z Creators/Junius ZayBACA JUGA Aleza Hidupkan Kembali Barli Asmara Lewat The Pandora ShowArtikel Menarik Lainnya Topeng Venezia, Warisan Budaya Italia yang Menginspirasi Fashion Dunia Zaidan Collection, UMKM yang Fokus Terhadap Pengembangan Produk Ramah Lingkungan 3 Potret Cantik Tiara Andini yang Ternyata Statusnya Pacaran Sama Suami Orang?Konten ini adalah kiriman dari Z Creators bikin cerita dan konten serumu serta dapatkan berbagai reward menarik! Let's join Z Creators dengan klik di sini .Z Creators - Jalan Surabaya di Menteng termasuk salah satu pasar barang antik yang cukup strategis di Jakarta Pusat. Tempatnya pun mudah dijangkau karena berjarak sekitar 500 meter dari Stasiun Cikini. Sejak para pedagang barang antik melapak di trotoar Jalan Surabaya sekitar tahun 1960 hingga 1970-an, tempat ini ramai diserbu oleh pembeli. Terutama pembeli dari kalangan wisatawan mancanegara wisman.Baca juga Kisah Penjual Musik Lawas di Pasar Barang Antik, Malah Berharap Dagangan Tak Cepat Habis Cerita Penjual Barang Antik di Jalan Surabaya, Bertahan Lebih dari 40 Tahun "Kawasan ini sudah beroperasi sebagai pasar barang antik sekitar 1960-an, dan ketika saya datang sekitar 1997, kawasan ini masih tetap ramai," kata ketua pasar barang antik Jalan Surabaya bernama Tamim kepada di lokasi, Rabu 7/6/2023. Sayangnya, kata Tamim, peminat barang antik yang mau datang dan berburu "harta karun" di Jalan Surabaya kini mulai berkurang. "Sekarang beginilah keadaannya, sepi, lesu, cuma ada satu-dua orang wisatawan mancanegara yang masih datang ke sini," tutur Tamim. Pasar barang antik Jalan Surabaya jadi sepi akibat pandemi / Suci Wulandari Putri Potret pengunjung di salah satu kios barang bekas Jalan menyusuri kios barang antik di sepanjang Jalan Surabaya pada Rabu 7/6/2023, terbukti kawasan ini memang sepi. Dari informasi yang peroleh saat berbincang dengan beberapa pedagang di lokasi, salah satu faktor utama yang menyebabkan sepinya pengunjung adalah pandemi Covid 19. "Ini keliatan sekali mulai sepi setelah pandemi. Selain itu mungkin karena faktor ekonomi yang tidak menentu," kata Tamim. Senada dengan Tamim, pedagang lainnya yakni Anas, Fikri, dan Rahmad juga bertutur demikian. "Ekonomi dari tahun 1990 sampai tahun 2000-an masih bagus. Pengunjung masih ramai, tapi setelah dilanda pandemi Covid 19, kawasan Jalan Surabaya baru mulai sepi pengunjung," ujar Anas. Selain itu, Anas menilai sedikitnya wisman datang ke Jalan Surabaya karena turut terdampak peristiwa meledaknya bom di Hotel JW Marriot di Mega Kuningan pada tahun 2003 dan 2009, serta peristiwa bom Bali pada tahun 2002 dan 2005. Kendati demikian, Anas mengatakan masih ada beberapa wisman yang mau datang ke kawasan Jalan Surabaya untuk mencari barang antik. "Sekarang yang datang kebanyakan orang lokal, orang luar sudah jarang. Sebagian besar yang datang itu kolektor atau orang yang mencari barang untuk dekorasi kafe," kata Anas. Baca juga 3 Tips ke Pasar Barang Antik Jalan Surabaya, Cari Tahu Sebelum Beli Cerita Turis Belanda Kolektor Batu Timbangan Antik di Jalan Surabaya Sintang, Kalbar – Warga Jalan Mensiku Jaya RT 005 RW 002 Ulak Jaya ,Kecamatan Sintang, Kabupaten Sintang punya cara tersendiri untuk memeriahkan dan menyemarakkan HUT RI ke 77 yakni dengan menggelar Lomba Fashion Show dari media barang bekas pada Rabu,17/8/2022 tersebut mendapat respon positif dari anggota DPRD Sintang Kusnadi, pasalnya Fashion Show dengan memanfaatkan media barang bekas ini unik menarik dan langka ditemui sebab itu harus dikembangkan dengan baik.“Baju yang didesain sedemikian apiknya dibuat dari barang bekas, menurut saya sangat baik dan positif sebab itu ini harus kita dukung dan dorong untuk mengembangkanya,” di Kabupaten Sintang ini folume sampah sedemikian banyqk kubik perhari, jika masyarakat di edukasi untuk memilah barang bekas dan dimanfaatkan untuk kreatifitas seperti di Ulak Jaya ini, maka sampah bakal berguna dan dapat terurai serta bermanfaat serta mendonkrak perekonomian masyarakat setempat Pelaksana kegiatan Indra Mahyudin mengatakan, kegiatan untuk menyemarakkan HUT Republik Indonesia ke 77 kali ini pihaknya menggelar 13 kegiatan satu diantaranya Fashion Show dari bahan barang bekas,hal ini bertujuan untuk memotifasi bagaimana caranya menghargai jasa para pejuang pendahulu.“Lomba fashion show dari media bahan bekas ini ada 13 peserta,” demikian diharapkan warga setempat punya kreatifitas menggunakan barang-barang bekas untuk didaur ulang kembali.“Kita ingin masyarakat ,warga kita punya kreatifitas dengan memanfaatkan barang-barang bekas untuk didaur ulang kembali,” setempat sangat antusias mengikuti Fashion Show tersebut dengan memanfaatkan bungkus mie instan,kartu remi, kantong kresek, karung beras ,bungkus rokok dan lain-lain.“Untuk antusias masyarakat sangat luar biasa, namun kemarin sekitar satu minggu sebelum kegiatan sudah kita sher-sher di grop-grop whatsapp ,berhubung banyak kegiatan lain jadi berbenturan jadwalnya, bahan yang digunakan mulai dari bungkus mie instan, kantong kresek,karung beras, kartu remi,bungkus rokok dan lain-lain,” memeriahkan HUT RI itu sendiri ada 14 kegiatan yang digelar yakni Fashion Show, bola dangdut, lomba balap karung,lomba baca teks pancasila,lomba kelereng, lomba senam maumere dan beberapa perlombaan hal itu Lurah Ulak Jaya Gunawan sangat mengapresiasi Fashion Show yang diselenggarakan warganya,pasalnya hal tersebut sangat positif.“Saya sangat apresiasi dan mendukung Fashion Show dari bahan daur ulang karena ada motivasi dan inovasi menciptakan kreatifitas yang baru membuat , pakaian yang bagus diharapkan menjadi ajang nasional,” itu lanjut Gunawan Kedepanya menjadi desain pakain yang cocok untuk didesain menjadi pakain warga masa kini di daerah tersebut dirinya sangan mendukung dan respon positif.“Ini sangat positif untuk menggali potensi kreatifitas warga, tahun depan diharapkan kan digelar lebih baik lagi., dan saya sebagai lurah tetap mendukung dan akan saya sampaikan ke pemerintah kabupaten, agar menjadi obyek wisata di kelurahan Ulak Jaya,” akhir Juara 1 direbut oleh nomor undian 3. Tutut Darmini undian 12 juara 2 Kartinah, undian 10 juara 3 nama Icha, dan undian 8 juara 4 diraih oleh Amel.***

kostum fashion show dari barang bekas